Desa Were I
Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada
Perkuat Stanting, Desa Were 1 Gelar Rembuk Stunting untuk RKPDes 2027

DESA WERE 1 - Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Ngada terus diperkuat hingga tingkat desa. Pemerintah Desa Were 1 berkolaborasi dengan pemerintah tingkat camat menggelar kegiatan rembuk stunting dalam rangka penyusunan dan penetapan RKPDes anggaran belanja desa tahun anggaran 2027..
Kegiatan rembuk stunting ini, dihadiri unsur pemerintah daerah, tenaga kesehatan, perangkat desa, BPD, Kader Posyandu, Pendamping Desa, Tokoh Masyarakat hingga para ketua RT sebagai bentuk kolaborasi bersama dalam menekan angka stunting diwilayah Desa Were 1.
Kegiatan berlangsung di Aula kantor Desa Were 1, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Plt Sekretaris Desa Were 1, Maria Magdalena Mugi dalam sambutan menekankan bahwa persoalan stunting bukan sekadar masalah tinggi badan anak, melainkan ancaman serius terhadap kualitas generasi masa depan.
"Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan pola asuh yang tidak tepat, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Dampaknya panjang, mulai dari penurunan kecerdasan hingga lemahnya daya tahan tubuh. Kalau ini kita biarkan, sama saja kita menggadaikan masa depan desa," tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa percepatan penurunan stunting telah menjadi program prioritas nasional maupun daerah. Maka kita harus berkolaborasi dari berbagai pihak untuk menekan angka stunting.
Ditempat yang sama, Ketua BPD Desa Were 1, Lambertus Wogha mengatakan bahwa rembuk stunting merupakan agenda tahun yang sering dilakukan. Program ini merupakan program nasional yang memberikan perhatian khusus ibu dan anak.
Lanjutnya, untuk menurunkan angka stunting tentu harusnya ada kerjasama dari berbagai pihak, dari pemerintah desa, BPD hingga masyarakat.
rembuk stunting juga menjadi momentum memperkuat pembagian peran lintas sektor. Dimulai dari pemerintah hingga masyarakat. Kolaborasi ini, tentu bisa menurunkan angka stunting diwilayah desa.
Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan pentingnya memasukkan program penanganan stunting sebagai prioritas utama dalam penyusunan RKPDes Tahun 2027.
Fokus intervensi diarahkan pada program spesifik seperti PMT berbasis pangan lokal bagi ibu hamil dan balita kurang gizi, kelas ibu hamil, kelas balita, hingga intervensi sensitif berupa pembangunan jamban keluarga, sarana air bersih, edukasi pencegahan pernikahan dini, dan penguatan ekonomi keluarga.
Perkuat Stanting, Desa Were 1 Gelar Rembuk Stunting untuk RKPDes 2027
DESA WERE 1 - Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Ngada terus diperkuat hingga tingkat desa. Pemerintah Desa Were 1 berkolaborasi dengan pemerintah tingkat camat menggelar kegiatan rembuk stunting dalam rangka penyusunan dan penetapan RKPDes anggaran belanja desa tahun anggaran 2027..
Kegiatan rembuk stunting ini, dihadiri unsur pemerintah daerah, tenaga kesehatan, perangkat desa, BPD, Kader Posyandu, Pendamping Desa, Tokoh Masyarakat hingga para ketua RT sebagai bentuk kolaborasi bersama dalam menekan angka stunting diwilayah Desa Were 1.
Kegiatan berlangsung di Aula kantor Desa Were 1, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Plt Sekretaris Desa Were 1, Maria Magdalena Mugi dalam sambutan menekankan bahwa persoalan stunting bukan sekadar masalah tinggi badan anak, melainkan ancaman serius terhadap kualitas generasi masa depan.
"Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan pola asuh yang tidak tepat, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Dampaknya panjang, mulai dari penurunan kecerdasan hingga lemahnya daya tahan tubuh. Kalau ini kita biarkan, sama saja kita menggadaikan masa depan desa," tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa percepatan penurunan stunting telah menjadi program prioritas nasional maupun daerah. Maka kita harus berkolaborasi dari berbagai pihak untuk menekan angka stunting.
Ditempat yang sama, Ketua BPD Desa Were 1, Lambertus Wogha mengatakan bahwa rembuk stunting merupakan agenda tahun yang sering dilakukan. Program ini merupakan program nasional yang memberikan perhatian khusus ibu dan anak.
Lanjutnya, untuk menurunkan angka stunting tentu harusnya ada kerjasama dari berbagai pihak, dari pemerintah desa, BPD hingga masyarakat.
rembuk stunting juga menjadi momentum memperkuat pembagian peran lintas sektor. Dimulai dari pemerintah hingga masyarakat. Kolaborasi ini, tentu bisa menurunkan angka stunting diwilayah desa.
Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan pentingnya memasukkan program penanganan stunting sebagai prioritas utama dalam penyusunan RKPDes Tahun 2027.
Fokus intervensi diarahkan pada program spesifik seperti PMT berbasis pangan lokal bagi ibu hamil dan balita kurang gizi, kelas ibu hamil, kelas balita, hingga intervensi sensitif berupa pembangunan jamban keluarga, sarana air bersih, edukasi pencegahan pernikahan dini, dan penguatan ekonomi keluarga.



Dominikus Dhelo
29 Juli 2026 09:54:42
Semoga ke depan ada perencanaan yang baik untuk menata destinasi wisata ini...